Pemuda dan Sosialisasi

Pemuda dan Sosialisasi

 


Disusun Oleh :
M. Firdaus Dicko R S
1KA28
141170016


FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2017/2018





I.          PENGERTIAN PEMUDA

Pemuda adalah individu dengan pengendalian emosi yang stabil. Pemuda merupakan generasi penerus yang memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan menghisi pembangunan yang kini telah berlangsung


II.        PENGERTIAN SOSIALISASI

            Sosialisasi adalah cara beberapa individu membaur dan berkomunikasi dalam kehidupan bermasyarakat, dan mereka beraktifitas saling membantu dan meonolong


III.       INTERNALISASI DAN SPESIALIS

            Internalisasi lebih mengarah pada norma yang menginternalisasikan norma tersebut. Belajar lebih mengarah pada proses pembelajaran tingkah laku yang sebelumnya tidak dimiliki namun sekarang terlah dimiliki akibat proses pembelajaran tersebut. Sedangkan spesialisasi lebih mengarah pada kekhususan yang telah dimiliki oleh individu


IV.       PERANAN SOSIAL MAHASISWA DAN PEMUDA DI MASYARAKAT

Peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat, kurang lebih sama dengan peran warga yang lainnnya di masyarakat. Mahasiswa mendapat tempat istimewa karena mereka dianggap kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan. Pada saatnya nanti sewaktu mahasiswa lulus kuliah, ia akan mencari kerja dan menempuh kehidupan yang relatif sama dengan warga yang lain.
Secara tak sadar namun perlahan tapi pasti, para generasi muda dihinggapi dengan idiologi baru dan perilaku umum yang mendidik mereka menjadi bermental instan dan bermental bos. Pemuda menjadi malas bekerja dan malas mengatasi kesulitan, hambatan dan proses pembelajaran tidak diutamakan sehingga etos kerja jadi lemah.
Sarana tempat hiburan tumbuh pesat bak “jamur di musim hujan” arena billyard, playstation, atau arena hiburan ketangkasan lainnya, hanyalah tempat bagi anak-anak dan generasi muda membuang waktu secara percuma karena menarik perhatian dan waktu mereka yang semestinya diisi dengan lebih banyak untuk belajar, membaca buku di perpustakaan, berorganisasi atau mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih positif.
Peran pemuda yang seperti ini adalah peran sebagai konsumen saja, pemuda dan mahasiswa berperan sebagai “penikmat” bukan yang berkontemplasi (pencipta karya). Dapat ditambahkan disini persoalan NARKOBA yang dominan terjadi di kalangan generasi muda yang memunculkan kehancuran besar bagi bangsa Indonesia. 


V.        PEMUDA DABN IDENTITAS

            Ada beberapa kedudukan dalam pertanggung jawaban atas tatanan masyarakat, antara lain:
1.      Kemurnian idealisme
2.      Keberanian dan keterbukaan dalam menyerap nilai dan gagasan yang baru
3.      Semangat pengabdian
4.      Spontanitas dan dinamikanya
5.      Inovasi dan kreativitasnya
6.      Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan abru
7.      Keteguhan janjinya untuk menampilkan kepribadian mandiri
8.      Masih langkanya pengalaman yang dapat merelavansikan pendapat
Menurut pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda bahwa generasi muda dapat dilihat dari berbagai aspek sosial, yaitu:
1.    Sosial psikologi
2.    Sosial budaya
3.    Sosial ekonomi
4.    Sosial politik
Peranan pemuda dalam masyarakat:
1.    Peranan yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan
2.    Peranan pemuda yang menolak untuk menyesuaikan diri dengsan lingkungannya
3.    Asas edukatif
4.    Asas persatuan dan kesatuan bangsa
5.    5Asas swakarsa
6.    Asas keselarasan dan terpadu
7.    Asas pendayagunaan dan fungsionalisasi








VI. Perguruan dan Pendidikan
Pendidikan adlah usaha sadar dan terencasna untuk mewujudkan suasana belajar dan proses belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensinya untuk memiliki ilmu di bidang yang diinginkannya agar bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.
Sedangkan perguruan tinggi adalah satuan pendidikan dimana penyelenggaranya disebut mahasiswa dan tenaga pengajar disebut dosen. Disinilah seorang dapat mengembangkan ilmunya lebih dalam dari ilmu yang didapat dari pendidikan sebelumnya.
Menurut jenisnya perguruan tinggi dibagi 2, yaitu:
1.         Perguruan tinggi Negeri
Adalah perguruan tinggi yang pengolaan dan regulasinya dilakukan Negara

2.         Adalah perguruan tinggi yang pengolaan dan regulasinya dilakukan swasta








Daftar Pustaka

Komentar