Penduduk, Masyarakat Dan Kebudayaan

Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan

 



Disusun Oleh :
M. Firdaus Dicko R S
1KA28
141170016





FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA

PTA 2017/2018




Kata Pengantar
Segala puji bagi Allah SWT yang Maha Pemurah, maha Pengasih, dan Maha Penyayang karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat saya selesaikan. Makalah ini saya susun dalam rangka pembelajaran mata kuliah Ilmu Sosial Dasar Tentang “Kependudukan, Masyarakat, dan Kebudayaan”. Makalah ini saya susun semaksimal mungkin dengan bantuan dari berbagai sumber sehingga memperlancar pembuatan makalah ini.
Dan juga saya berterima kasih kepada bapak Junaedi Abdillah selaku dosen mata kuliah Ilmu Sosial Dasar Universitas Gunadarma yang memberi tugas ini sehingga saya sebagai penulis mendapat berbagai informasi tentang “Kependudukan, Masyarakat, dan Kebudayaan”.
Saya juga menerima saran dan kritik tentang makalah ini karena saya sendiri belum begitu paham tentang tata bahasa dan susunan kalimat yang baik dan benar. Akhir kata, saya berharap makalah ini dapat memberi pembaca informasi atau referensi tentang kependudukan, Masyarakat, dan Kebudayaan.






BAB 1 PEMBAHASAN


1.1 Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk adalah semacam perubahan populasi tiap waktu, dan bisa dihitung sebagai perubahan jumlah individu dalam sebuah populasi memakai “per waktu unit” untuk pegukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk meujuk pada semua spesies, tapi selalu megrarah pada manusia, dan sering dipakai secara informal untuk sebutan demografi nilai oertumbuhan penduduk, dan dipakai untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia. Secara bahasa, penduduk adalah sekumpulan orang yang tinggal di suatu wilayah yang terikat dengan aturan di wilayah tersebut dan saling berinteraksi
Penduduk di suatu wilayah didefinisikan menjadi 2 hal:
1.        Orang yang memang tinggal di wilayah tersebut ( misal memiliki kontrak kerja di negara tertentu)
2.        Orang yang secara legal memiliki hak untuk tinggal di wilayah tersebut

Ø  Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Penduduk

A. Kelahiran
Kelahiran dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung, Antara lain menikah di usia muda dan tidak melaksanan program keluarga berencana yang mengakibatkan meningkatnya angka kelaharian. Kedua yang menghambat kelahiran itu kerena memakai program keluarga berencana.
B. Kematian
Kematian juga bisa di pengaruhi beberapa faktor yakni pendukung dan penghambat,Pendukung, faktor pendukung yang mengakibatkan angka kematian antara lain , tidak menjaga kesehatan, kurang sarana kesehatan di wiliyah tersebut seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, Apotik, kemiskinan yang berlebihan yang mengakibatkan kurangnya asupan gizi,wilayah perperangan, bencana alam, pola makan tidak teratur dan wabah penyakit. Penghambat, Dan Faktor Yang menghambat kematian antara lain yaitu menjaga kesehatan, pola makan yang teratus, makan yang bergizi, sedikitnya angka kemiskinan, sarana kesehatan yang lengkap.
C. Penduduk Yang Datang (Imigrasi)
Penduduk yang datang(Imigran) dapat saja orang yang dari luar wilayah datang ke wilayah kita yang bertujuan untuk menetap, belajar, atau bekerja, hal ini dapat mengakibatkan meningkatnya jumlah penduduk.
D. Penduduk Yang Pergi (Emigrasi)
Penduduk yang pergi(Emigran) dapat saja orang di suatu wilayah datang ke wilayah lain yang bertujuan untuk menetap, belajar, atau bekerja, dalam jumlah yang banyak, seperti menjadi TKI, hal ini dapat mengakibatkan menurunnya jumlah penduduk.

Ø  Macam Macam Pertumbuhan Penduduk

1. Pertumbuhan penduduk alami (Natural Population Increase)
Pertumbuhan penduduk alami ialah pertumbuhan penduduk yang didapat dari selisih jumlah kelahiran dengan jumlah kematian. Hal ini bisa dihitung dengan rumus “Kelahiran – Kematian”
2. Pertumbuhan penduduk migrasi
Pertumbuhan penduduk migrasi yaitu pertumbuhan penduduk yang didapat dari selisih jumlah migrasi masuk (imigrasi) dan jumlah migrasi keluar (emigrasi). Hal ini bisa dihitung dengan rumus “Imigran - Emigran”
3. Pertumbuhan penduduk total (Total Population Growth)
Pertumbuhan penduduk total ialah pertumbuhan penduduk yang dihitung dari selisih jumlah kelahiran dengan jumlah kematian ditambah dengan selisih jumlah imigrasi dengan jumlah emigrasi. Hal ini bisa dihitung dengan rumus “(Kelahiran – Kematian) + (Imigran – Emigran) 

1.2. Kebudayaan dan Kepribadian
A. Kebudayaan
            Secara etimologi, kebudayaan berasal kata Buddayah yang merupakan bentuk jamak dari Buddhi yang artinya budi atau akal. Seorang antropolog yang bernama E.B. Tylor tahun 1871 mengakatakan “kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan serta kebiasaan yang didapat manusia sebagai anggota masyarakat”. Kebudayaan terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari dari pola perilaku seperti pola berpikir, merasakan dan bertindak.
Unsur-unsur besar atau pokok dalam kebudayaan berarti unsur-unsur tersebut bersifat universal, yaitu dapat dijumpai pada setiap kebudayaan manapun di dunia ini. Unsur-unsur universal tersebut menurut C. Kluckhonn adalah:
A.    Peralatan dan perlengkapan hidup (pakaian, rumah, alat transportasi, dsb)
B.     Mata Pencarian dan sistem ekonomi (pertanian, peternakan, sistem distribusi, dsb)
C.     Sistem kemasyarakatan (Sistem kerabat, organisasi politi, dsb)
D.    Bahasa
E.     Kesenian
F.      Religi

B. Kepribadian

            Kepribadian seorang tersusun atas dasar fatalitas jasmani dan rohani. Disamping itu ada faktor tempramen, karakter, dan bakat. Fatalitas jasmani seorang tergantung pada konstruksi tubuh yang dipengaruhi faktor hereditas sehingga keadaannya dapat dikatakan sesuatu yang tetap. Faktor yang mempengaruhi kepribadian antara lain:
·         Faktor Biologis
Sifat yang diturunkan melalui gen
·         Faktor Lingkungan
seorang individu mendapatkan pembentukan sikap untuk berperikelakuan sesuai dengan keinginan kelompok (sosialisasi). Pengaruh faktor ini bisa berdampak besar bagi kehidupan. Tiap individu bisa menjadi individu yang positif atau negatif tergantung lingkungan atau pergaulannya

C. Kepribadian dan Kebudayaan

            Kepribadian adalah corak tingkah laku sosial yang meliputi kekuatan, dorongan, keinginan, opini, dan sikap yang melekat pada seseorang apabila berhubungan dengan orang lain atau menanggapi suatu keadaan. Sedangkan Kebudayaan adalah segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia sebagai hasil pemikiran dan akal budinya. Jadi Kepribadian dan kebudayaan merupakan perwujudan  atau abstraksi perilaku manusisa. Kepribadian juga akan mewujudkan perilaku manusia; perilaku manusia dapat dibedakan dari kepribadiannya karena kepribadian merupakan latar belakang perilaku yang ada dalam diri individu. Ketiga hal tersebut mencerminkan kepribadian seseorang tersebut.

1.3. Kebudayaan Barat
            Kebudayaan Barat, terkadang disamakan dengan peradaban barat atau peradaban eropa, mengacu pada budaya yang berasal dari Eropa
            Istilah budaya barat digunakan sangan luas untuk merujuk pada warisan sosial, nilai estetika, adat istiadat, keyakinan beragama, sistem politik, artefak, serta teknologi.
            Konsep budaya barat umumnya terkait degan definisi klasik dari dunia barat. Dalam definisi ini, kebudayaan barat adalah himpunan sastra, sains, politik, serta prinsip artistik dan filosofinya, membedakan peradaban ini dari peradaban lain. Istilah ini juga telah dihubungkan dengan negara-negara yang sejarahnya amat dipengaruhi oleh imigrasi atau kolonisasi orang-orang Eropa, misalnya seperti negara-negara di benua Amerika dan Australasia, dan tidak terbatas hanya oleh imigran dari Eropa Barat. Eropa Tengah juga dianggap sebagai penyumbang unsur-unsur asli dari kebudayaan Barat.
            Kemajuan IPTEK memang tidak dapat terhindarkan, apalagi di Inonesia. Karena kemajuan teknologi saat ini, siapa saja dapat dengan mudah berinteraksi atau mendapat sejumlah informasi dari negara lain yang menyebabkan banyak kebudayaan lain khususnya budaya barat masuk ke Indonesia dan menguasai pola pikir anak muda di Indonesia. Sehingga makin banyak generasi muda yang menggemari budaya barat karena menganggap kebudayaan Indonesia ketinggalan zaman.
            Dengan masuknya budaya barat ke Indonesia, pastinya ada dampak positif dan negatifnya. Dan kita sebagai Bangsa Indonesia harus bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk

BAB 2 PENUTUP

3.1 Kesimpulan
            Kesimpulannya adalah satu manusia yang bersatu dengan manusia lainnya dalam suatu wilayah tertentu akan membentuk sebuah masyarakat. Dari masyarakat inilah akan lahir nilai-nilai bermasyarakat yang berkembang menjadi kebudayaan.
kebudayaan diciptakan oleh manusia dalam bermasyarakat sebagai wujud penyatuan cipta, karya dan rasa masing-masing individu untuk membentuk nilai dan norma baru yang berlaku dalam masyarakat itu. Kemudian nilai dan norma tersebut dipatuhi oleh setiap individu sebagai identitas dari suatu kelompok masyarakat.
Kebudayaan masyarakat di tiap daerah tentunya berbeda dengan kebudayaan masyarakat di daerah lain. Karena setiap kelompok masyarakat memiliki aspek nilai yang berbeda. Dan kebudayaan juga dipengaruhi oleh faktor bahasa, keadaan geografis dan kepercayan.
Masyarakat dan budaya juga turut berperan dalam membentuk kepribadian tiap individu. Bila faktor genetik adalah faktor internal penentu kepribadian, maka masyarakat dan budaya adalah faktor eksternal pembentuk kepribadian karena secara tidak langsung kepribadian tiap orang ditentukan dari lingkungannya




Daftar Pustaka

Komentar